ShoujiaCity Connector

Untuk warga yang ingin membantu UMKM

Cara menawarkan jasa ke UMKM tanpa terkesan memaksa

Pemilik usaha sibuk dan sering menerima tawaran yang tidak jelas. Tawaran yang diterima biasanya pendek, menunjukkan masalah nyata di usaha itu, dan memberi pilihan kecil yang mudah diiyakan. Berikut urutan, contoh pesan dan cara menyusun kesepakatan sederhana.

Lima menit riset sebelum menghubungi

Tawaran terasa memaksa jika tidak ada hubungannya dengan usaha itu. Sebelum menghubungi, cek:

  1. Cari usahanya di Google Maps. Apakah ada? Namanya benar? Ada foto tampak depan? Jam bukanya diisi?
  2. Lihat foto dan ulasan. Apakah foto gelap, lama, atau dari pelanggan saja?
  3. Perhatikan pembayaran dan menu saat lewat: ada QRIS? menu bisa dibaca turis?
  4. Tulis satu masalah nyata yang paling mudah diperbaiki. Itulah pembuka pembicaraan Anda.

Pesan pembuka siap pakai

WhatsApp (singkat, satu masalah, satu tawaran kecil)
Halo Bu/Pak [nama], saya [nama Anda], tinggal di [daerah].
Saya cek [nama usaha] di Google Maps, jam bukanya belum diisi dan belum ada foto tampak depan, jadi tamu dari luar kota agak sulit menemukannya.
Saya bisa bantu merapikan profil Google Maps-nya memakai akun Ibu/Bapak sendiri, kira-kira [durasi]. Kalau berminat, saya kirimkan contoh hasil di usaha lain. Terima kasih.
Datang langsung (saat toko tidak ramai)
Permisi Bu/Pak, saya [nama] dari [daerah]. Saya membantu usaha di sekitar sini merapikan Google Maps dan foto produk.
Tadi saya lihat [masalah nyata]. Boleh saya tunjukkan contoh hasil di HP, dua menit saja?

Jangan mengirim pesan massal ke banyak nomor sekaligus. Satu pesan yang relevan lebih dihargai daripada puluhan pesan yang sama.

Menjelaskan harga

Yang membuat raguCara menjelaskan
“Nanti biayanya nambah terus”Tawarkan paket dengan batas tertulis: apa saja yang dikerjakan dan berapa kali revisi
“Bisa saya kerjakan sendiri”Benar. Tawarkan untuk mengerjakan bersama sekali sambil menunjukkan caranya
“Takut akun dikuasai orang lain”Pakai akun pemilik; Anda hanya membantu mengisi
“Hasilnya apa?”Tunjukkan contoh sebelum–sesudah dari usaha lain (dengan izin pemiliknya)

Cara menghitung harga dasar dijelaskan di panduan kerja sampingan.

Kesepakatan sederhana (cukup lewat chat)

Kesepakatan pekerjaan
Usaha: [nama usaha], pemilik: [nama]
Pekerjaan: [contoh: merapikan Google Maps + 15 foto produk]
Tidak termasuk: [contoh: iklan berbayar, cetak menu]
Akun yang dipakai: milik pemilik usaha
Jadwal: [tanggal kunjungan], selesai paling lambat [tanggal]
Revisi: [1 kali]
Harga: Rp [jumlah], dibayar [setelah selesai / 50% di awal]
File foto: diserahkan semuanya ke pemilik dan boleh dipakai untuk promosi usaha
Hasil yang tidak dijanjikan: peringkat Google, jumlah tamu atau penjualan

Kesalahan yang membuat tawaran ditolak

Menjanjikan “pasti halaman satu Google”

Tidak ada yang bisa menjamin peringkat. Janji seperti ini membuat pemilik curiga.

Meminta password atau PIN

Jangan pernah meminta password email, PIN QRIS atau kode OTP. Minta pemilik login sendiri.

Mengubah nama usaha di Google Maps “supaya lebih laku”

Menambah kata promosi ke nama usaha melanggar panduan Google dan bisa membuat profil ditangguhkan. Baca penyebab penangguhan.

Pertanyaan yang sering muncul

Lebih baik lewat WA atau datang langsung?

Untuk usaha di sekitar rumah, datang langsung saat tidak ramai biasanya lebih dipercaya. WA cocok untuk tindak lanjut dan mengirim contoh hasil.

Bagaimana jika ditolak?

Ucapkan terima kasih dan tinggalkan kontak. Banyak pemilik baru menghubungi setelah melihat hasil di usaha tetangganya.

Sumber

  1. Panduan menampilkan bisnis Anda di GoogleBantuan Google Profil Bisnis · dicek 2026-10-15

Tetap cek sendiri: Aturan setempat tentang menawarkan jasa di lokasi usaha atau di area tertentu, dan persetujuan sebelum mengirim pesan ke nomor usaha.